My Story #3

Hematoimunologi dan Endokrin Metabolisme


Assalammu’alaikum 😀 😀

Teman, hari ini tanggal 10 November 2012. Ya, Hari Pahlawan! 🙂
Aku sedang mengikuti pelatihan website dan jurnalistik di dekanat kampus tercinta FKIK.unsoed.ac.id, dan tiba-tiba aku ingin memposting sesuatu. Hihihi

OK, saatnya flashback. Di semester 3 ini, aku sudah melewati dua blok, yaitu HI dan ENMET. Hasilnya? Hmmm, belum bisa dipastikan. Yang jelas, alhamdulillah lumayan lancar di dalam menjalaninya. Tapi teman, tahukah kalian? Di semester 3 ini, aku merasa agak menurun performa akademiknya. Ya, mungkin juga disebabkan peningkatan intensitas kegiatan non akademik (a.k.a. organisasi). Di semester 3 ini makin banyak agenda yang cukup padat dan melelahkan bagiku (mungkin bagi teman-teman yang lain masih tidak ada apa-apanya ya? hehehe). Pada blok HI, rasanya seperti dikuatkan mental dan keimanannya oleh Allah swt., semakin hari semakin kuat dan semakin tangguh. Kok bisa? Well, pada blok HI ini aku dapat teguran lagi dari Allah yaituuuuuuuu sebuah ujian yang disebut REMED. Hahaha, mungkin bisa dibilang agak berlebihan, tapi sejujurnya cukup mengejutkan bagiku.

Remed yang aku jalani di blok HI adalah remedku yang kali kedua (alhamdulillah, baru dua kali, semoga tidak tambah lagi kedepannya aamiin), dimana yang pertama adalah saat aku semester 1. Ujianku yang harus mengalami remidi adalah ujian injeksi intravena (awamnya, suntik obat lewat pembuluh darah). Di kala itu, aku sudah tidak shock atau kecewa luar biasa, karena sudah mempersiapkan mental. Sebenarnya, titik kegagalan pada ujian itu adalah karena ketidakmampuanku dalam mengatur ketenangan jiwa saat ujian, ditambah lagi aku dapat mannequin yang cukup rusak (mannequin adalah semacam patung yang dipergunakan untuk ujian skill di kedokteran). Justru, aku cukup terkejut dengan beberapa hasil ujian yang lulus tetapi hasilnya tidak terlalu mencapai target yang aku tetapkan. Nah, ini dia pelajaran yang tidak akan didapatkan di sekolah manapun. BERSYUKUR! Terkadang aku lupa, nikmat kelulusan yang diidam-idamkan oleh banyak orang (dan teman-temanku juga pastinya), aku lupa bersyukur untuk itu. Apalagi bersyukur untuk hal-hal kecil lainnya. Astaghfirullah hal adzim, memang benar bahwa kita harus berusaha maksimal untuk meraih hasil yang memuaskan, tetapi setelah hasil itu keluar, yakinlah bahwa pasti hasil itu adalah hasil terbaik yang Allah berikan untuk kita. Kalau hasilnya sangat memuaskan, tandanya Allah sudah percaya pada kemampuan kita. Kalau hasilnya lumayan, Allah memotivasi kita untuk berusaha lebih kuat lagi di agenda selanjutnya. Jika belum memuaskan, itu tandanya kita masih haruuuuus lebih banyak melakukan effort, berdoa, dan tawakal pada Allah swt. Semoga aku diluluskan pada ujian remidi itu, aamiin aamiin 🙂

Nah, di blok ENMET, alhamdulillah aku lulus di semua ujian. Sungguh kenikmatan luar biasa yang dianugerahkan oleh Ar Rahmaan. Lagi-lagi aku masih harus belajar untuk bersyukur, bersyukur, dan bersyukur. Terkadang rasanya agak berat mungkin, berada di strata yang lebih inferior dari mereka para jenius, di kala kita tahu bahwa sesungguhnya kita pun bisa menempati strata tersebut. Tetapi teman, jangan lupa, pasti ada hikmah dibalik semua ini. Percayalah! Mungkin kita perlu banyak belajar membagi waktu dan belajar untuk berbagi bersama teman-teman. Toh, kalau memang kita sudah berusaha maksimal, pasti ada ilmu bermanfaat yang kita dapatkan. Satu lagi yang paling penting adalah, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Walaupun kita tidak se capableteman-teman yang jenius, tetapi yakinlah bahwa apapun ilmu yang kita bagi kepada orang lain akan memberikan manfaat yang luar biasa, bahkan bisa memberi teman-teman kita kelulusan yang kita semua idamkan 🙂 SEMANGAT!


Bagaimana dengan blok Dermatomuskuloskeletal (DMS) yang sedang kujalani kali ini? Hmm, minggu pertama alhamdulillah berjalan lancar (dan santai hehehe). Tetapi, di minggu minggu selanjutnya perjuangan akan jauh lebih keras. Aku yakin bahwa dengan berusaha dan berdoa, pasti kita semua bisa melaluinya. Cobaan apapun di hidup ini pasti akan kita hadapi, karena percayalah, Allah will never ever give our body the burdens that weigh more than we can handle.

Purwokerto, 10 November 2012.
Stay Strong!
-XO, Bagas 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s