Demetria Devonne Lovato

Image

 

Oke, akan saya kenalkan pada anda sekalian, inilah Demi Lovato. Artis muda bertalenta, dengan umur 20 tahun ia telah terpilih menjadi juri X Factor USA 2012, sebuah acara pencarian bakat yang diprakarsai oleh Simon Cowell (dulu di American Idol).

Demi telah menelurkan 3 album. Albumnya yang pertama, Don’t Forget, berhasil menduduki peringkat kedua di Billboard Album Chart. Here We Go Again sebagai albumnya yang kedua melebihi rekor album sebelumnya, dimana ia mencapai puncak tangga Billboard. Albumnya yang ketiga, Unbroken, berhasil melejit akibat dua single hit yang saat ini selalu diputar di radio. Skyscraper dan Give Your Heart A Break.

Demi Lovato dilahirkan pada tanggal 20 Agustus 1992 (beda setahun doang sama aku haha), dan ia dikenal sebagai artis multitalenta internasional setelah membintangi film Camp Rock sebagai Mitchie Torres. Beberapa peran yang ia bintangi adalah di film Princess Protection Program serta serial TV Grey’s Anatomy, Prison Break, dan Sonny With A Chance. Saat ini ia akan terlihat di televisi sebagai juri di X Factor USA. Luar Biasa!!

 

(to be continued…)

My Story #3

Hematoimunologi dan Endokrin Metabolisme


Assalammu’alaikum 😀 😀

Teman, hari ini tanggal 10 November 2012. Ya, Hari Pahlawan! 🙂
Aku sedang mengikuti pelatihan website dan jurnalistik di dekanat kampus tercinta FKIK.unsoed.ac.id, dan tiba-tiba aku ingin memposting sesuatu. Hihihi

OK, saatnya flashback. Di semester 3 ini, aku sudah melewati dua blok, yaitu HI dan ENMET. Hasilnya? Hmmm, belum bisa dipastikan. Yang jelas, alhamdulillah lumayan lancar di dalam menjalaninya. Tapi teman, tahukah kalian? Di semester 3 ini, aku merasa agak menurun performa akademiknya. Ya, mungkin juga disebabkan peningkatan intensitas kegiatan non akademik (a.k.a. organisasi). Di semester 3 ini makin banyak agenda yang cukup padat dan melelahkan bagiku (mungkin bagi teman-teman yang lain masih tidak ada apa-apanya ya? hehehe). Pada blok HI, rasanya seperti dikuatkan mental dan keimanannya oleh Allah swt., semakin hari semakin kuat dan semakin tangguh. Kok bisa? Well, pada blok HI ini aku dapat teguran lagi dari Allah yaituuuuuuuu sebuah ujian yang disebut REMED. Hahaha, mungkin bisa dibilang agak berlebihan, tapi sejujurnya cukup mengejutkan bagiku.

Remed yang aku jalani di blok HI adalah remedku yang kali kedua (alhamdulillah, baru dua kali, semoga tidak tambah lagi kedepannya aamiin), dimana yang pertama adalah saat aku semester 1. Ujianku yang harus mengalami remidi adalah ujian injeksi intravena (awamnya, suntik obat lewat pembuluh darah). Di kala itu, aku sudah tidak shock atau kecewa luar biasa, karena sudah mempersiapkan mental. Sebenarnya, titik kegagalan pada ujian itu adalah karena ketidakmampuanku dalam mengatur ketenangan jiwa saat ujian, ditambah lagi aku dapat mannequin yang cukup rusak (mannequin adalah semacam patung yang dipergunakan untuk ujian skill di kedokteran). Justru, aku cukup terkejut dengan beberapa hasil ujian yang lulus tetapi hasilnya tidak terlalu mencapai target yang aku tetapkan. Nah, ini dia pelajaran yang tidak akan didapatkan di sekolah manapun. BERSYUKUR! Terkadang aku lupa, nikmat kelulusan yang diidam-idamkan oleh banyak orang (dan teman-temanku juga pastinya), aku lupa bersyukur untuk itu. Apalagi bersyukur untuk hal-hal kecil lainnya. Astaghfirullah hal adzim, memang benar bahwa kita harus berusaha maksimal untuk meraih hasil yang memuaskan, tetapi setelah hasil itu keluar, yakinlah bahwa pasti hasil itu adalah hasil terbaik yang Allah berikan untuk kita. Kalau hasilnya sangat memuaskan, tandanya Allah sudah percaya pada kemampuan kita. Kalau hasilnya lumayan, Allah memotivasi kita untuk berusaha lebih kuat lagi di agenda selanjutnya. Jika belum memuaskan, itu tandanya kita masih haruuuuus lebih banyak melakukan effort, berdoa, dan tawakal pada Allah swt. Semoga aku diluluskan pada ujian remidi itu, aamiin aamiin 🙂

Nah, di blok ENMET, alhamdulillah aku lulus di semua ujian. Sungguh kenikmatan luar biasa yang dianugerahkan oleh Ar Rahmaan. Lagi-lagi aku masih harus belajar untuk bersyukur, bersyukur, dan bersyukur. Terkadang rasanya agak berat mungkin, berada di strata yang lebih inferior dari mereka para jenius, di kala kita tahu bahwa sesungguhnya kita pun bisa menempati strata tersebut. Tetapi teman, jangan lupa, pasti ada hikmah dibalik semua ini. Percayalah! Mungkin kita perlu banyak belajar membagi waktu dan belajar untuk berbagi bersama teman-teman. Toh, kalau memang kita sudah berusaha maksimal, pasti ada ilmu bermanfaat yang kita dapatkan. Satu lagi yang paling penting adalah, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Walaupun kita tidak se capableteman-teman yang jenius, tetapi yakinlah bahwa apapun ilmu yang kita bagi kepada orang lain akan memberikan manfaat yang luar biasa, bahkan bisa memberi teman-teman kita kelulusan yang kita semua idamkan 🙂 SEMANGAT!


Bagaimana dengan blok Dermatomuskuloskeletal (DMS) yang sedang kujalani kali ini? Hmm, minggu pertama alhamdulillah berjalan lancar (dan santai hehehe). Tetapi, di minggu minggu selanjutnya perjuangan akan jauh lebih keras. Aku yakin bahwa dengan berusaha dan berdoa, pasti kita semua bisa melaluinya. Cobaan apapun di hidup ini pasti akan kita hadapi, karena percayalah, Allah will never ever give our body the burdens that weigh more than we can handle.

Purwokerto, 10 November 2012.
Stay Strong!
-XO, Bagas 🙂

My Story #2

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…. THIS IS ABOUT LOCAL INDEPENDENT SCHOLARSHIP 🙂

Kali ini saya akan membahas tentang sebuah program. Program ini jujur menarik banget waktu pertama kali tahu, yaitu “Beasiswa DataPrint”. Well, it’s kinda funny because I know it from the product. Waktu itu lagi kelimpungan cari tinta printer yang bagus, hahaha…. Maklum, printer yang jarang banget dipake selama SMA mulai disibukkan kerjanya saat saya masuk kuliah. Nah, berhubung sering dapet rekomendasi tentang tinta DataPrint sebagai produk yang bagus buat dipakai, jadilah saya membelinya untuk pertama kali. Eh pas dibuka ada kertas jatuh. “Apaan tuh, kupon?” pikir saya. Ternyata itu adalah kupon beneran, isinya pengumuman kalo DataPrint lagi mengadakan program beasiswa ini.

Nah, langsung deh saya buka linknya disitu, beasiswadataprint.com yang membahas lengkap sejelas-jelasnya tentang beasiswa ini. Saya langsung daftar saat itu juga, modal nekat juga sebenarnya, soalnya hanya ada dua kategori yang bisa diikuti (pelajar dan mahasiswa). Waktu itu status akademik saya amat geje (baca: tidak jelas), karena sudah lulus SMA dan diterima di PTN tetapi belum masuk kuliah (nah loh). Jadinya saya ikut saja deh, dan alhasil saya belum lolos karena memang belum ada kategori untuk “Mahasiswa Transisi” haha

Tahun ini saya bertekad untuk ikut lagi setelah mengenyam 2 semester di Kedokteran Unsoed, melihat besarnya beasiswa yang sangat menarik dan bisa digunakan untuk membeli berbagai alat kedokteran beserta bukunya yang cukup mahal. Jadi saya memutuskan untuk lebih mengubek-ubek situs tersebut, dan saya mendapatkan banyak sekali informasi tentang program ini 🙂

DataPrint rupanya pernah mengadakan program sejenis pada tahun 2009 yang bernama “DataPrint Academy” yang berusaha memberikan ilmu kepada generasi muda bangsa (30 Siswa SMA) untuk mengikuti workshop tentang enterpreneurship dan creativity. Tidak berhenti sampai disitu, pada tahun 2011 DataPrint mengadakan program Beasiswa dengan penerima sebanyak 700 orang (WOW! sayang saya belum lolos tahun itu hehehe). Nominal yang ditawarkan adalah Rp1.000.000,00, Rp500.000,00 dan Rp250.000,00. Dalam satu tahun diadakan dua kali periode beasiswa, nah saya berencana ikut periode kedua di tahun 2012 ini. Doakan saya agar berhasil meraihnya, karena saya benar-benar butuh uang ini untuk membeli berbagai alat kedokteran yang harganya mahaaal dan dibutuhkan di semester selanjutnya ^_^

Tapi DataPrint nggak main-main lho dalam penyeleksiannya, karena bukan hanya mereka yang berprestasi secara akademik saja yang berhak, namun berbagai pertimbangan lain seperti keaktifan dalam berorganisasi dan  kemampuan mereka dalam menulis essay tentang suatu tema juga ikut mempengaruhi keputusan tim seleksi dalam memberikan beasiswa ini. So, mau tunggu apa lagi? Segera beli produk DataPrint dan ikuti program ini demi kemajuan pendidikan bangsa!

Just remember, bangsa yang maju datang dari generasi yang cerdas dan berdaya juang!
Bravo DataPrint 🙂

Purwokerto, August 11th 2012

My Story #1

THIS IS THE STORY OF HOW I END UP HERE. 

Awalnya, aku berharap banyak. Sungguh banyak. Bahkan terlalu banyak. Berharap bisa kuliah di universitas kebanggaan negeri ini, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, atau Institut Teknologi Bandung. 

Hari berganti hari. Masa-masa SMA telah kulewati, hingga suatu hari di kelas XII dikala teman-teman mulai sibuk membicarakan universitas pilihan mereka. 
“Aku mau lanjut ke UGM” 
“Aku pengen banget ke STAN” 
“Kalau aku pengen banget ke ITB” 
“Aku ke UI” 
dan tibalah giliranku menjawab. 
“Aku ke UNSOED aja, hehe” 

Teman teman serta para guru pun mulai bertanya, mencecar, hingga menyayangkan. 
“Kenapa di UNSOED?” dan sebagainya. 

Tentu alasan utamanya adalah supaya tidak usah ngekost. Mengapa? Bukan karena aku tidak ingin mandiri. Sungguh, bukan itu. Namun karena masalah biaya hidup. 

Mungkin terkesan simple, tapi memang itulah hambatan terbesarnya. Meliputi harga kost, harga makanan, tiket pulang pergi, dan sebagainya. Kasihan orang tua. 

Sedih? Jelas. Kecewa? Tentu saja. Namun, aku yakin inilah jalanku. Jalan menuju masa depan yang telah digariskan Sang Maha Mengetahui, Allah swt. Setelah berbulan-bulan, aku semakin yakin. 

Dan akhirnya, tibalah saat pendaftaran SNMPTN Undangan. Disaat teman teman dengan bangga memilih PTN yang mereka idamkan di luar kota, akupun dengan bangga memilih PTN yang aku idamkan saat ini, Universitas Jenderal Soedirman, dan hanya UNSOED yang aku pilih. Mengapa aku memilih jurusan ini dan hanya ini? Karena aku paling suka dengan jurusan ini, dan aku tidak begitu berkompeten di bidang lain. Hatiku pun semakin mantap dikala membaca artikel bahwa jurusanku ini salah satu unggulan nasional. 

Bismillahirrahmanirrahim… Aku pun mencetak kartu peserta SNMPTN undangan di laboratorium komputer SMAN 1 Purwokerto pada jam kedua di hari Sabtu tanggal 12 Maret 2011, saat diajar oleh yth. Bapak Kholidin. 

Hari berganti bulan… 

Setelah pengumuman UN tanggal 16 Mei 2011 yang alhamdulillah sangat tidak terduga, kami semua berharap cemas akan pengumuman SNMPTN Undangan tanggal 17 Mei 2011 pukul 19.00. 

Alhamdulillah, menjadi salah satu yang beruntung. Sangat beruntung, dapat diterima di UNSOED. Dapat diterima walaupun harus bersaing dengan siswa siswi yang nilainya sangat tinggi dari seantero negeri. 

Kemudian, saat mengikuti psikotes aku berkenalan dengan mereka. Wah, sungguh senang rasanya. Mereka baik dan sangat welcome, beruntunglah diriku menjadi bagian dari keluarga ini. 10 orang keluarga baru yang bertambah anggotanya menjadi 64 pada tanggal 30 Juni 2011 dan bertambah kembali pada tanggal 4 Juli 2011 menjadi 74. Kami pun menjadi semakin akrab dari hari ke hari melalui dunia maya, bersahabat tanpa bertatap muka. 

Dan akhirnya, pada hari ini, 25 Juli 2011 aku dapat bertemu keluarga baruku yang belum pernah kutemui sebelumnya. Chemistry of familiarity benar benar terasa tadi, dan aku yakin aku tidak salah pilih mendarat di sini. Di kotaku ini. Bersama mereka, sahabat baru yang akan mendampingiku 6 tahun ke depan. 

I just can’t wait to learn together with them. To share my story. To sing my song. The song of life and family.